Secuil Kisah Diksar Menwa Yudha XXXIII

Posted by on 23 Maret 2010
Hutan rimba tinggi gunung kudaki
Semangat bela pertiwi
Hanya ada satu tekad di dalam hati
Merdeka atau mati
Hidup sudirman…
Sudirman pahlawan kami
(Mars Sudirman)

Mars Sudirman itu hampir selalu terdengar dikumandangkan dengan penuh semangat oleh para Calon Menwa dalam setiap rangkaian kegiatan Diksar Menwa Yudha XXXIII.Jiwa patriotisme agaknya selalu membakar para Menwa ketika mereka mengumandangkan mars ini. Jenderal Sudirman memang selalu menjadi  inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia untuk gigi mempertahankan kedaulatan dan kehormatan NKRI. Sosok yang sangat komplit untuk kita menyebutnya sebagai pahlawan. Sosok pahlawan yang pantang menyerah ,religius, cerdas, setia,rendah hati, sederhana , dan hampir tanpa ada celah yang mampu menjerat dirinya.Sosok pahlawan yang merelakan seluruh jiwa dan raganya hanya untuk kedaulatan dan kehormatan NKRI.Walau paru-parunya tinggal separuh tak dapat menghentikan dirinya untuk terus mempertahankan kedaulatan dan kehormatan NKRI.Sosok pemuda seperti Sudirmanlah yang sangat dinantikan oleh seluruh Bangsa Indonesia saat ini.

Berangkat dari hal itulah hingga saat ini Pendidikan Dasar Resimen Mahasiswa Indonesia (Diksar Menwa Indonesia) dilaksanakan di seluruh penjuru dan pelosok Indonesia,dari Mahadasa (Menwa NAD) hingga Mahawasih (Menwa Papua). Diksar Menwa merupakan sebuah rangkaian pendidikan yang dilaksanakan untuk membekali para Yudha Menwa di seluruh Indonesia sebelum mereka terjun dan mengabdikan dirinya untuk ibu pertiwi Indonesia atas nama kehormatan Komando Baret Ungu Resimen Mahasiswa  Indonesia. Diksar Menwa  merupakan rangkaian pendidikan tingkat dasar dari seluruh rangkaian pendidikan berjenjang untuk membentuk pemuda Indonesia yang siap untuk menjadi agent of change bangsa Indonesia,pemuda yang ideologis, patriotis, nasionalis, pantang menyerah , takkan karam walau badai menghempas, takkan luruh walau hujan menerpa,takkan sejengkal pun mundur untuk mempertahankan kedaulatan dan kehormatan NKRI.

Diksar Menwa Indonesia ini selalu dilaksanakan di tempat pelatihan militer baik di Akademi Kemiliteran,Pusat Latihan Kemiliteran, Depo Pendidikan Kemiliteran,Depo Pendidikan Bela Negara dan sejak era reformasi hingga saat ini,diksar menwa sering dilaksanakan di Depo Pendidikan Bela Negara di masing masing wilayah territorial KODAM. Begitu juga dengan Diksar yang diikuti oleh Resimen Mahasiswa UGM.Resimen Mahasiswa UGM yang tergabung dalam Resimen Mahasiswa Mahakarta Yogyakarta bersama dengan Resimen Mahasiswa Mahadipa Jawa Tenga telah beberapa kali melaksanakan Diksar Menwa di Depo Pendidikan Bela Negara Resimen Induk Daerah Militer IV/Diponegoro (Dodik Bela Negara Rindam IV/Diponegoro),Magelang. Pada tahun 2010 ini,Resimen Mahasiswa UGM mengirimkan 11 calon Resimen Mahasiswa UGM Yudha XXXIII untuk mengikuti Diksar Menwa yang tergabung dalam 83 calon Resimen Mahasiswa Mahakarta Yudha XXXIII di Dodik Bela Negara Rindam IV/Diponegoro bersama dengan calon Resimen Mahasiswa Mahadipa. Diksar Menwa Mahakarta-Mahadipa Yudha XXXIII berlangsung selama 11 hari,dari tanggal 8-18 Mare2010 lalu.11 Hari yang penuh nuansa patriotisme dan nasionalisme dilalu oleh para Calon Menwa Yudha XXXIII selama Diksar.Berbagai materi dasar sebagai bekal para Calon Menwa untuk menjadi Resimen Mahasiswa yang tanggu disampaikan oleh para guru militer dari TNI Angkatan Darat,baik dari korps infanteri maupun dari artileri medan Naga Pakça.Selain itu,juga ada  materi materi dasar yang disampaikan oleh POLRI, KESBANG LINMAS,dan dari Departemen Pendidikan.


Selama Diksar,para Calon Menwa selalu ditanamkan rasa patriotisme dan nasionalisme Indonesia agar terhunjam semangat, tekad dan kemauan untuk selalu mempertahankan kedaulatan dan kehormatan NKRI,serta memajukan Indonesia dengan tidak melenceng dari falsafah dasar NKRI,yaitu Pancasila dan UUD 1945.Dari diksar inila para Calon Menwa mampu meresapi betapa sulitnya mendirikan NKRI dan mempertahankan kedaulatan serta ke ormatannya inga saat ini, banyak jiwa,nyawa,dan darah yang telah mewarnai dan menjadi ru perjuangan untuk merebut dan mempertahankan kedaulatan dan kehormatan NKRI,dari perjuangan merebut kemerdekaan,hingga  perjuangan melawan para pemberontak kemerdekan Indonesia.Dari diksar jugala para Calon Menwa dapat meresapi arti dari kepusakaan bendera merah putih Indonesia,tak hanya diartikan sebagai sebua bendera penghias pinggiran jalan, kantor-kantor,pinggiran lapangan,bukan juga diartikan sebagai berhala yang arus disembah .Begitulah diksar,tetaplah menjadi Pemikir Pejuang dan Pejuang Pemikir.

Anabda Wasita Trusing Tyas
Prajna Vira Dharma Çevana
by Kaur I Diklat
09911011396

7 Responses to Secuil Kisah Diksar Menwa Yudha XXXIII

  1. waone

    mohon ijin salam kenal saya menwa satuan 956 jepara sukses selalu

  2. admin

    Salam kenal juga. Salam untuk anggota Satuan 956 Jepara dari kami anggota Menwa UGM

  3. novian triyuwono

    dikit banget yang diksar

  4. admin mahadipa web

    Widya chastrena dharma sidhha

    Salam hangat untuk rekan-rekan Menwa Mahakarta
    Semoga Menwa selalu berjaya dan terus mengembangkan sayapnya di bumi pertiwi demi keutuhan NKRI……

  5. abdul mukti

    KORSA????????????

  6. Maulia

    jadi ikut semangat… Yess!!

  7. Diaz Allan

    salam kenal salam kenal….

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Anti-spam image