“UKM Satmenwa UGM sudah memiliki kegiatan unggulan yang tidak dimiliki UKM lain, yaitu olahraga dirgantara. Olahraga dirgantara itu meliputi terjun payung, paralayang, paramotor, dan lain sebagainya.”

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – UKM Satuan Resimen Mahasiswa (Satmenwa) UGM telah memilih 13 siswa Pendidikan Terjun Bebas Olahraga 2020.

Ke-13 orang tersebut secara resmi dilepas oleh Rektor UGM Prof. Panut Mulyono untuk menjalani pendidikan pada Rabu (11/3/2020) di Mako Satmenwa UGM.

Dalam sambutannya, Pembina Satmenwa UGM, Ir. Budi Setiyono, M.M., mengatakan, agenda yang dilaksanakan pada kesempatan ini didasar oleh MoU yang diteken pada 2017.

Yakni antara Rektor UGM dengan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KASAU) kala itu, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Pria yang akrab dipanggil Udhiek itu lantas menyebutkan beberapa poin lanjutan yang mendasari pendidikan terjun bebas olahraga Satmenwa UGM.

“UKM Satmenwa UGM sudah memiliki kegiatan unggulan yang tidak dimiliki UKM lain, yaitu olahraga dirgantara,” kata Udhiek, kepada audiens, termasuk Kagama.

“Olahraga dirgantara itu meliputi terjun payung, paralayang, paramotor, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Alumnus Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1979 ini menambahkan, label kegiatan unggulan pada olahraga dirgantara telah diputuskan melalui rapat bersama para pembina UKM UGM yang lain.

Lebih lanjut, Udhiek menjelaskan, semula ada 15 siswa yang disiapkan untuk pendidikan terjun bebas olahraga.

Namun, katanya, hanya 13 yang berhasil lolos. Untuk itu, dua peserta yang belum lolos akan disiapkan untuk mengikuti olahraga dirgantara lainnya.

“Merujuk pada MoU, pendidikan ini diselenggarakan di Pusat Pendidikan dan Latihan Korps Pasukan Khas TNI AU, Margahayu, Bandung,” ujar Udhiek.

“Lama pendidikan tiga minggu, terdiri dari tiga (rangkaian) kegiatan. Yakni kegiatan kelas (ground training) selama satu minggu, lalu ada pelajaran keselamatan penerjunan sesuai standar internasional,” lanjutnya.

Kata Udhik, ada juga pelajaran dengan alat wind tunnel. Dengan wind tunnel, para siswa dilatih untuk memahami arah angin melalui simulasi.

Sehingga diharapkan dapat memangkas waktu belajar melayang di angkasa.

Siswa kemudian pulang ke kampus untuk mengejar ketertinggalan akademik. Kemudian, mereka akan kembali berlatih pada 9 April.

“Pada 13 April siswa akan melakukan terjun perdana. Karena itu, mohon doa restunya,” ucap Udhiek.

“Pendidikan akan diakhiri pada 28 April dengan wingday. Pada hari itu nanti akan ada prosesi penyematan wing (lencana) bagi para siswa,” sambung pria yang juga menjabat sebagai Ketua Alumni Menwa UGM (KAMENWAGAMA) ini.

Udhiek mengatakan target ke-13 siswa terjun bebas tersebut adalah menjadi atlet yang bisa mengharumkan nama UGM.

Mereka bakal dikontrak selama dua tahun untuk benar-benar menjadi atlet.

Selain itu, kata Udhiek, pihaknya berencana untuk memohon Komandan Lanud Adisutipto Jogja agar berkenan membimbing dan melatih para siswa.

Sehingga, mereka bisa siap tampil pada hari pertama penerimaan mahasiswa UGM, sekitar Juli atau Agustus 2020 nanti.

Sementara itu, Rektor Panut menuturkan bahwa kegiatan ini tentu tidak akan terlaksana tanpa bantuan TNI Angkatan Udara.

Oleh karena itu, mewakili UGM, Rektor Panut mengucapkan terima kasih kepada pihak TNI AU.

Pria asal Purworejo ini juga ingin agar tim terjun bebas Satmenwa UGM nanti dapat mengharumkan nama kampus.

“Kami mengucapkan selamat kepada adik-adik yang telah terpilih dan lolos untuk tim terjun bebas ini,” ujar Rektor Panut.

“Bila tim ini nanti dapat tampil pada penerimaan mahasiswa baru, tentu akan menambah kebanggan bagi adik-adik kita, para mahasiswa baru UGM.”

“Harapan kami olahraga dirgantara di UGM akan tumbuh dan berkembang lebih pesat lagi pada masa mendatang,” pungkasnya.(Ts/-Th)

Sumber : Humas Kagama
http://kagama.co/rektor-panut-lepas-13-siswa-pendidikan-terjun-bebas-olahraga-satuan-resimen-mahasiswa-ugm

Leave a Response